PEMBANGUNAN IKN MEMBUKA PELUANG BARU BAGI PENGUSAHA UMKM LOKAL, OMSETNYA NAIK HINGGA 30%



NUSANTARA- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ternyata membawa berkah tersendiri bagi Partini, seorang pengusaha UMKM di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Usaha oleh-olehnya, Sepaku Clothing, mengalami lonjakan omzet yang signifikan seiring dengan perkembangan proyek ambisius tersebut.

Sejak awal tahun 2024, Partini menyaksikan peningkatan omzet antara 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Sepaku Clothing telah berkembang dari satu gerai di Desa Sukaraja menjadi tiga gerai yang terletak di Rest Area IKN, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN, dan Desa Sukaraja. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital sejak tahun 2022.

Dulunya, usaha Partini hanya menjual merchandise sederhana seperti tas, topi, celana, dan kaos dengan desain seadanya. Namun, setelah memasukkan elemen desain Pohon Hayat, Titik Nol Nusantara, Persemaian Mentawir, Kantor Presiden, Istana Negara, serta hewan endemik Kalimantan seperti Bekantan dan Beruang Madu ke dalam produk, permintaan melonjak drastis. "Pembangunan IKN membuat saya mampu menjual merchandise seperti kaos, topi, dompet, dan tas dengan tema Nusantara di atas target," ungkap Partini dalam wawancara dengan Kompas.com.

QRIS telah membawa banyak keuntungan bagi Partini. Selain meningkatkan penjualan karena kemudahan transaksi melalui berbagai aplikasi pembayaran, QRIS juga membuat transaksi menjadi lebih praktis dan aman. "Dengan QRIS, pelanggan cukup memindai kode dan langsung membayar, termasuk para pejabat dan menteri yang sering mengunjungi proyek IKN," kata Partini. Selain itu, penggunaan QRIS mengurangi biaya pengelolaan kas dan mempermudah pencatatan keuangan. Tidak ada lagi kekhawatiran tentang uang palsu atau kehilangan uang tunai.

Data dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan menunjukkan bahwa volume transaksi QRIS di wilayah ini mencapai 11.071.447 transaksi dengan total nominal Rp 1,67 triliun hingga Juni 2024. Kabupaten PPU sendiri mencatat 679.787 transaksi dengan nominal Rp 87,49 miliar. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya pertumbuhan penggunaan QRIS seiring dengan perkembangan IKN.

Kepala BI Perwakilan Balikpapan, Robi Ariadi, memproyeksikan bahwa jumlah pengguna, transaksi, dan nominal transaksi QRIS akan terus meningkat, tidak hanya di Kabupaten PPU tetapi juga di Paser dan Balikpapan sebagai penyangga IKN. "Dengan bertambahnya jumlah pekerja konstruksi dan ASN yang akan relokasi, serta kehadiran wisatawan dan pebisnis, penggunaan QRIS akan terus tumbuh positif," ujar Robi.

Pembangunan IKN tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga memberi dampak positif bagi pelaku UMKM seperti Partini, yang kini merasakan rezeki berkat perkembangan proyek tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HILIRISASI INDUSTRI MERUPAKAN SALAH SATU KUNCI KEMAJUAN EKONOMI NASIONAL

OIKN BERKOLABORASI DENGAN CIROES WASTE KOTA BALIKPAPAN KELOLA SAMPAH KOTA NUSANTARA

PERTAMINA NRE GAUNGKAN GREEN PESANTREN, PASANG PLTS DI IKN NUSANTARA