INILAH 5 DESTINASI WISATA YANG BERADA DI SERAMBI IKN NUSANTARA
NUSANTARA- Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur tak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menawarkan berbagai destinasi wisata alam yang menakjubkan. Dengan lonjakan wisatawan yang diprediksi akan terjadi, terutama saat perayaan HUT RI ke-79, berikut adalah lima destinasi wisata yang direkomendasikan di sekitar IKN Nusantara.
1. Hutan Mangrove Mentawir
Hutan Mangrove Mentawir, terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, adalah surga ekowisata yang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Dengan luas 2.300 hektar, hutan mangrove ini menjadi salah satu destinasi yang harus dikunjungi.
Ekowisata ini menyajikan keindahan alam yang dapat dinikmati sambil berjalan kaki atau menggunakan perahu yang disewakan. Hutan Mangrove Mentawir juga menjadi sumber ekonomi bagi warga sekitar, terutama melalui produk olahan buah mangrove seperti sirup, dodol, hingga bedak dingin.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mentawir, Lamale, menyatakan bahwa sebelumnya kawasan hutan bakau ini tidak ada yang mengunjungi. Namun, setelah dijadikan destinasi wisata, banyak wisatawan yang datang untuk memancing ikan dan menyusuri kawasan hutan mangrove menggunakan perahu.
Panduan Wisata ke Hutan Mangrove Mentawir:
- Lokasi: Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
- Jarak: Sekitar 42 kilometer dari Titik Nol Nusantara, dapat ditempuh dalam satu jam 23 menit menggunakan mobil.
- Jam Buka: 24 jam.
- Harga Tiket Masuk: Rp 10.000 per orang, tarif menyusuri kawasan hutan mangrove dengan perahu mulai dari Rp 250.000 per perahu (kapasitas 15-20 orang).
2. Gua Tapak Raja
Gua Tapak Raja, yang terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, adalah destinasi wisata sejarah yang menarik. Gua ini berjarak sekitar 30 kilometer dari Titik Nol IKN dan menyuguhkan keindahan gua yang dikelilingi pepohonan asri.
Gua Tapak Raja merupakan peninggalan tokoh-tokoh adat setempat. Di dalam gua ini ditemukan bentuk tapak kaki manusia yang diperkirakan merupakan jejak tapak kaki raja. Selain itu, gua ini memiliki dua pintu masuk yang berdampingan dan terdapat satu lubang tembus ke atas gua dengan jalur yang ditumbuhi aneka flora lokal.
Di dekat Gua Tapak Raja terdapat Gua Air, yang memiliki aliran sungai yang jernih dan banyak pohon Kariwaya, semakin menambah kesan eksotis dari tujuan wisata gua tersebut.
Kepala Desa Wonosari, Kasiyono, menyatakan bahwa meskipun akses jalan menuju gua ini belum maksimal, pemerintah setempat berencana mengembangkan lokasi ini dengan membangun jembatan dan infrastruktur lain untuk kenyamanan pengunjung.
3. Bukit Bangkirai
Bukit Bangkirai, yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah kawasan hutan hujan tropis seluas 100 hektar yang menjadi habitat bagi beberapa hewan dilindungi. Salah satu daya tarik utama dari Bukit Bangkirai adalah canopy bridge, sebuah jembatan gantung dengan ketinggian hampir 50 meter yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan hutan dari atas.
Bukit Bangkirai juga menjadi lokasi pendidikan lingkungan dan kehutanan, dengan berbagai flora dan fauna khas hutan hujan tropis yang hidup di sana. Pohon bangkirai yang menjadi maskot utama di kawasan ini rata-rata berusia lebih dari 150 tahun dengan tinggi mencapai 40-50 meter.
Panduan Wisata ke Bukit Bangkirai:
- Lokasi: Jalan trans Kalimantan Balikpapan menuju Samarinda, tepatnya di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Kilometer 38, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara.
- Jarak: Sekitar 60 km dari Balikpapan, 150 km dari Samarinda, dan 20 km dari Kecamatan Samboja.
- Jam Operasional: Setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 Wita.
- Harga Tiket Masuk: Rp 2.000 untuk dewasa, Rp 1.000 untuk anak-anak. Tiket canopy bridge Rp 15.000 untuk turis domestik, Rp 30.000 untuk turis mancanegara.
4. Gunung Parung
Gunung Parung adalah puncak tertinggi di IKN dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, gunung ini menawarkan pemandangan hutan hijau, sungai, danau, hingga Teluk Balikpapan.
Selain keindahan alamnya, Gunung Parung juga menyimpan kekayaan flora dan fauna endemik seperti bangkirai, meranti, orangutan, monyet, dan burung. Destinasi ini mulai ramai dikunjungi sejak adanya pembangunan IKN di PPU.
Pengunjung dapat mencapai Gunung Parung dengan kendaraan roda dua atau roda empat dari Balikpapan atau Samarinda. Setelah sampai di Desa Wonosari, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama sekitar tiga jam melalui jalur pendakian yang cukup menantang.
Menurut Rudi Hartono, salah satu pengelola wisata Gunung Parung, pengunjung diharapkan dapat menikmati keindahan alam sekaligus menjaga kelestarian lingkungan agar tetap asri dan alami.
5. Air Terjun Tembinus
Air Terjun Tembinus, dengan ketinggian sekitar 25-30 meter, adalah destinasi wisata alam yang menarik di dalam hutan. Meskipun debit airnya cukup deras, air terjun ini aman dinikmati oleh wisatawan. Para pengunjung dapat melewati tebing bebatuan berlapis-lapis yang tersusun rapi dan menikmati kolam besar alami yang terbentuk di bawah air terjun.
Danis Hidayat Sumadilaga, Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, menyatakan bahwa destinasi ini akan semakin menarik dengan adanya pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR, termasuk jalan menuju lokasi dan jalan di area wisata.
Panduan Wisata ke Air Terjun Tembinus:
- Lokasi: Dalam hutan di sekitar IKN.
- Akses: Meskipun akses menuju air terjun ini masih dalam pengembangan, pengunjung diharapkan dapat menikmati perjalanan melalui jalur-jalur alami yang menantang.
Lima destinasi wisata di sekitar IKN Nusantara ini menawarkan pengalaman wisata alam yang luar biasa, mulai dari hutan mangrove yang eksotis, gua bersejarah, hingga air terjun yang menakjubkan. Dengan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, destinasi-destinasi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, mendukung ekonomi lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan.
Danis Hidayat Sumadilaga berharap bahwa dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke IKN, fasilitas dan layanan di destinasi wisata ini akan terus ditingkatkan, termasuk pembangunan hotel dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan demikian, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia tetapi juga pusat wisata yang menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara

Komentar
Posting Komentar